September 11, 2013

Dream. Believe. It happens.

Dream. Believe. It happens (?)
Iya. Normally, "Dream. Believe. Make it happen.", kan? Iya.
Tapi nggak semua impian itu tercapai dengan usaha keras. Ada sebagian impian yang tercapai dengan sendirinya meskipun kerjaan lo sebagai couch potato tiap hari.
IMO, yang perlu usaha itu adalah mempertahankan impian itu untuk tetap ada dalam genggaman.

Gue mau cerita tentang impian absurd gue dari jaman gue SMP, yaitu: Punya pacar bule.
Banyak sih yang nanya, "Kenapa sih kok pengen sama bule? LDR beda kota aja nggak gampang, apalagi beda negara?"
Sebagian bilang, "Ya udah, cari bule yang tinggal di Indonesia aja."
Jawaban gue adalah: "Nggak mau."
Gue pengennya foreigner yang pure foreigner, yang lahirnya disana, tumbuh disana, tinggal disana, dan menetap disana. (Disana dimana? Luar negeri lah pokoknya. Heu.)
Umm.. Foreigner anggep aja sama kayak bule ya, cuma begitu gue tau arti bule dari bule yang gue kenal, ternyata mereka nggak suka dipanggil bule karena dianggap rasis. Jadi, yaudin, sebut saja foreigner.

Balik lagi, kenapa foreigner?
Kenapa, ya? Suka aja sih. Tapi ada beberapa hal yang gue garis bawahi.
Satu, gue suka bahasa Inggris. Meski pas-pasan, tapi bahasa Inggris itu asyik. Nggak tau kenapa, tapi ada beberapa kata-kata yang lebih pas diucapin dalam bahasa Inggris dibanding pake bahasa Indonesia. Begitu juga sebaliknya. Ada kata-kata lokal yang nggak match kalo diterjemahin ke bahasa Inggris.
Buat lo yang bahasa Inggrisnya masih nol, belajar gih. Nggak susah, dan bakal berguna kok buat kamu nantinya.
Dua, gue pikir gentleman udah punah di Indonesia. Kadang gue mikir, apa cuma di Indonesia, dimana laki-laki kebanyakan nggak mau ngalah sama perempuan?
Gue alami sendiri waktu di jalan, pengendara laki-laki pada nggak ada yang mau ngalah sama pengendara perempuan. Gue baca juga, laki-laki banyak yang pada masuk ke gerbong kereta yang dikhususkan buat perempuan. Bahkan perempuan dibiarin berdiri sementara laki-laki penyusup duduk di gerbong perempuan. 
Atau, lihat hal kecil aja deh. Lebih sering mana, lo lihat di mall cowok jalan duluan buat bukain pintu kaca buat ceweknya dan nahan pintunya sampe ceweknya masuk, atau cowok yang jalan di belakang ceweknya dan ceweknya duluan yang buka pintu?
Tiga, dengan punya pasangan foreign, dunia gue berekspansi. Gue nggak akan stuck di satu kehidupan. Dengan latar belakang yang beda, gue bisa memperluas dunia pasangan gue, dan doi pun bisa memperluas dunia gue.
Tapi sayangnya, mindset kebanyakan orang adalah bahwa foreigner itu punya budaya yang buruk dan bertentangan dengan budaya Indonesia.
Eits! Iya, bisa jadi. Tapiiiiiiii... Nggak semua foreigner itu begitu.

Ketika gue punya impian ini, gue juga kadang mikir. Bisa nggak, sih?
Gue sempat merasa nggak PD, tapi gue tetep perjuangkan impian gue. Karena, banyak gue lihat orang Indonesia yang berhasil make out sama foreigner. 
Gue sendiri sejak lama punya banyak temen di luar negeri. Sydney-Australia, Johannesburg-Afrika, Cina, London, Turki, dan lain-lain yang bahkan gue kadang lupa mereka berasal dari mana aja.
Dari situ gue berharap ada satu yang klik. Tapi... susah.
Dari situ juga gue pada akhirnya menyerah dengan berpikir, "Udahlah, terima aja orang Indonesia juga pasti ada yang baik.", dan kadang impian itu ada di satu langkah setelah kita menyerah.
Di satu waktu, gue ketemu lagi dengan orang baru, dari negara baru-Jerman-di satu situs random chat.
Dari sinilah impian gue secara tiba-tiba tercapai. Tiba-tiba? Iya.
Karena gue merasa nggak melakukan apapun - bahkan gue udah menyerah. Tapi secara randomly gue ketemu doi dengan segala sifat dia yang persis seperti apa yang gue mau.
Daaaaaaaan... doi mau sama gue. Haha.
We're just match. We've been wanting each other.
"Dream. Believe. It happens." is accomplished. Nah, baru dari sini gue bisa mengiyakan embel-embel "Make it happen." karena disini lah gue harus berupaya dengan berbagai macam cara untuk mempertahankan apa yang udah gue dapet.
Tau sendiri, LDR susah, bro... Hehe.

Jadi ya begitulah, setelah sekian tahun gue suka daydreaming konyol-konyolan, dengan kesabaran yang ekstra, akhirnya nature knew. Dimana lo punya keinginan yang kuat, lo mengumpulkan energi dari alam dan alam yang bantu lo buat mencapai apa yang lo pengen.
Seriously, it happens.

Jadi (lagi), jangan pernah menyerah sama apa yang lo impikan. Meskipun itu konyol, tapi percaya sama diri lo sendiri, lo bisa.
Lagi, jangan pernah berhenti bersabar. Dimana ada kemauan, pasti ada jalan.
Inget aja, kadang impian itu ada di satu langkah setelah kita menyerah.
Mundur memang lebih gampang, tapi siapa tau impian lo udah di depan mata dan lo cuma harus bersabar sedikit lagi?

No comments:

Post a Comment